Rehabilitasi Gedung SD 114 BS Diduga Menggunakan Material Ilegal.

0
356

Bengkulu Selatan|IN.ID~Pasir yang digunakan untuk Kegiatan Rehabilitasi Ruang Kelas SD 114 Bengkulu Selatan yang berada dilokasi Kecamatan Ulu Manna menggunakan pasir pantai.

Pagu anggaran yang digunakan terlihat di papan nama proyek sebesar Rp.796.124.
096,- Menggunakan dana alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2022.

Ketua Panitia Kegiatan Septian, membenarkan adanya tumpukan material pasir pantai digunakan untuk plasteran, saat ditanya awak media.Iya itu memang pasir pantai, digunakan untuk pelasteran”, ungkap Septian.

Setelah ditanya yang lain mengenai Kegiatan Rehabilitasi SD tersebut, Septian banyak mengelak dan menjawab tidak tahu.

“Saya tidak tahu, saya hanya mengawasi aja, tanya aja dengan kepala sekolah, nanti salah jawab”, kata ketua dengan agak gugup dan menunjukan raut wajah kurang bersahabat.

Kemudian awak media konfirmasi  dengan kepala sekolah, Lihin via telepon, saat ditanya ada pemakaian pasir pantai, langsung dibantah kepala sekolah, dengan mengatakan tidak ada menggunakan pasir pantai.

“,Bukan pasir pantai  kami pesan sama pak vina dikuari can,”  Kilah Lihin.Dengan pengunaan pasir pantai dan ketua panitia kegiatan tidak memahami apa yang, hal ini membuat erwan selaku penggiat anti korupsi di Bengkulu Selatan buka suara,  curiga ada dugaan aroma korupsi pada kegiatan ini

Penggunaan pasir pantai dalam pekerjaan rehab SD tidak dibenarkan, disamping ilegal juga tidak sesuai dengan juknis. Apalagi kegiatan ini swakelola pasti nanti ada rekayasa nota pembelian karena tambang pasir pantai tidak ada yang berizin di Bengkulu Selatan”, ungkap erwan

Selain menggunakan pasir pasir pantai, saya semakin curiga ada dugaan korupsi didalam pembangunan SD 114 ini, karena setiap  awak media bertanya, kebanyakan dijawab ketua pelaksana tidak tahu, seolah-olah ada yang ditutupi. Harusnya secara teknis  memahami kegiatan, baik itu keluar masuk barang, berapa barang dibeli dan dimana barang dibeli semuanya harus tahu, kok ini ditanya semuanya tidak tahu, dilempar sama kepala sekolah, ada apa ini, kata erwan dengan nada kesal.

Dimana fasilitator, Tugasnya apa, kenapa dibiarkan pakai pasir pantai, ada apa, apakah ada main mata dengan pihak sekolah”, tanya erwan .

Kita akan pantau terus, kalau nanti setelah selesai pekerjaan ada aroma korupsinya semakin kuat, akan dilaporkan ke penegak hukum, pungkas Erwan.

Kepada pihak-pihak terkait sedang diupayakan untuk konfirmasi. Rep/Ah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here