13 Desa Pengadaan Bibit Ikan Lele Di Kecamatan Pino Diduga Dikondisikan Mantan Camat Dan Pendamping Desa

0
483

Bengkulu Selatan|IN.ID~Pengadaan bibit ikan lele dibeberapa desa di kecamatan Pino kabupaten Bengkulu Selatan diduga di interpensi(diarahkan)oleh oknum mantan camat berinisial Hr dan pendamping desa berinisial Tw informasi keterlibatan oknum pendamping desa dan mantan camat terungkap saat awak media konpirmasi di desa kota Bumi dan desa Puding.Dijelaskan kades desa puding Yayan ,ya memang benar ada ribuan bibit ikan lele yang mati penyebabnya karena overdosis makanan ujar kades Yayan.

Ditanya dari mana asal bibit dan siapa penyedia bibit kades yayan mengatakan kalau bibit kami beli dengan mantan camat Pino inesial Hr karena TPK kami menerima bibit dari mantan camat Hr. Hr mengantarkan langsung bibit itu ke sini (kedesa) jelas kades.

Selain desa puding ada beberapa desa lainya yang diduga melibatkan pihak perantara seperti desa kota Bumi kecamatan Pino diduga melibatkan perantara berinisial Tw.Yang statusnya koordinator pendamping desa yang mana menurut TPK kegiatan ketahanan pangan Andri Sugianto kalau pengadaan ribuan bibit ikan lele kami beli dengan Tw dengan harga RP.600/per ekor sedangkanĀ  untuk biaya pelatihan~pelatihan satu hari kami anggarkan Rp.10.000.000,- gunanya untuk membiayahi narasumber yang kami datangkan jelas TPK Andri.

Terpisah aktivis bayangkara Anton putera kelahiran Bengkulu Selatan akan mendesak pihak inspektorat Bengkulu Selatan untuk melakukan pemeriksaan kepada 13 desa di kecamatan Pino, ya kita akan buatkan laporan tertulis kepada pihak yang berwenang melakukan pengawasan untuk segera mengaudit. Karena ada apa dengan oknom mantan camat dan oknum pendamping desa yang seharusnya melakukan pembinaan dan pengawasan tapi kenapa bisa bermain dan mengarahkan pihak pemdes kalau ini benar terjadi berarti ada dugaan secara bersama~sama mencari keuntungan sehingga berpotensi merugikan keuangan negara dan oknum~oknum seperti ini perlu diberikan sangsi tegas karena mereka bekerja sudah digaji negara kenapa masih ikut bermain~main dengan dana desa tegas Anton.(upaya konfirmasi) (Rep/AH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here