Diduga Pembelajaan benih lele Desa Air Kemang, Ada Campur Tangan Orang Dekat Petinggi Inspektorat!!!

0
364

Bengkulu Selatan | IN.ID – Akibat pandemi covid-19 menyebabkan kurangnya kegiatan dimasyarakat, sehingga berakibat menurunya pasokan pangan secara nasional dan juga menurunya tingkat kesejahteraan masyarakat.

Hal ini menjadi masalah serius oleh pemerintah pusat, sampai akhirnya menganggarkan 20 % ketahanan pangan dari Dana Desa (DD) guna memulihkan kembali ketahanan pangan di negeri ini.

Namun ironisnya pelaksanaan di lapangan sangat jauh seperti apa yang diharapkan, desa yang diharapkan nantinya bisa menjadi desa mandiri justru malah sebaliknya. Seperti kejadian di Desa Air Kemang Kecamtan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan

Pengadaan ribuan bibit ikan lele di Desa Air Kemang, di duga melibatkan pihak ketiga (perantara) dan sengaja di tutup – tutupi oleh pihak pemdes. Hal ini mulai terbongkar saat awak media mendapatkan informasi dari warga setempat bernisial, SP “kalau di desa Air Kemang ada pengadaan ikan lele yang akan dibagi ke warga Desa.

“Saat ini lele nya belum sampai, tapi kata pemdes barangnya sudah dipesan,” ujar SP yang minta namanya tidak untuk disebutkan.

Guna menyajikan berita yang berimbang dan sesuai fakta, tim media melakukan investigasi dengan cara mendatangi langsung pihak pemdes Air Kemang, kamis 11 agustus 2022 di kantor desa setempat.

Saat ditemui Sudirman Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bidang ketahanan pangan belum bisa secara detail memberikan informasi terkait pengadaan Ikan Lele, yang diduga menghabiskan dana ratusan juta rupiah. Sebagai TPK kegiatan Sudirman hanya menjelaskan jika dia sebagai TPK sudah minta petunjuk dari Inspektorat  BS.

Menurutnya, pihak Inspektorat memberikan petunjuk bila survey harga boleh dilakukan secara online, tanpa harus mendatangi langsung pihak penyedia barang dana jasa yang penting perusahaan tersebut bersertipikat.

“Kami mememasan Ikan Lele sekaligus kolam terpal dengan A yang beralamat di kota manna,” ujar Sudirman.

Bibit Lele tersebut didatangkan dari Provinsi Lampung jika masalah harga dan ukuran bibit saya tidak tau, silahkan tanya langsung dengan Kades. Karena itu rahasia Negara dan tempat kami memesan dengan A orang dekat hamdan kepala inspektorat,” jelas Sudirman

Menanggapi pernyataan ketua TPK tim  media langsung mengkonfontir kepala Inspektorat Hamdan Syarbaini, S.Sos melalui hand phone (HP) kamis sekitar pukul 11 wib dijelaskan Hamdan, pihaknya tidak ada mengarahkan atau melakukan intervensi pihak Desa manapun, dalam pembelanjaan ataupun penggunaan dana desa,” tegas Hamdan.

Terpisah Anton, aktivis media  Bhayangkara kelahiran Bengkulu Selatan menduga kalau pengadaan bibit ikan lele di Desa air Kemang sengaja ditutupi pihak Pemdes karena saya sudah berulang kali minta penjelasan kepada Kades Air Kemang Karnidi tapi tidak pernah dijawab seolah ada yang ditutupi dengan cara menghindari pertanyaan wartawan dan LSM.

Bila saja pihak Pemdes terbuka, saya rasa tidak akan ada kecurigaan masyarakat terhadap Pemdes. Dengan adanya pengakuan Sudirman selaku TPK, memesan ribuan bibit Lele itu kepada orang dengan inisial A yang diduga ada hubungan keluarga dekat dengan petinggi Inspektorat ini sangat disayangkan,” sesal Anton.

“Jika hal ini memang benar, maka ini akan menjadi citra buruk bagi Inspektorat, bagaimana pengawasan bisa berjalan transparan dan independent bila semua sudah dikondisikan,” kata Anton.

Semestinya biarkanlah semua kegiatan di Desa itu, berjalan sesuai dengan aturan dan petunjuknya, jangan ada intervensi dari pihak manapun, agar nantinya sesuai dengan harapan pemerintah pusat Desa-Desa tersebut menjadi Desa mandiri,” tutupnya (Tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here