Diduga Pengadaan Alkes Desa Sindang Bulan Kecamatan Seginim Mark’up Harga Dan Dikerjakan Pihak Ketiga

0
405

Bengkulu Selatan|IN.ID~Wabah Covid-19 yang berlangsung hampir 2 tahun lebih sudah menghancurkan perekonomian secara global, baik nasional maupun internasional. Beranjak dari hal ini pemerintah pusat maupun pemerintah dearah membuat beberapa program guna membangkitkan kembali roda perekonomian.

Salah satu program pemulihan ekonomi ini dimulai dari tingkat desa meĺalui dana desa(DD). Pemerintah pusat menginstruksikan untuk menganggarkan BLT sebanyak 40%, penanggulangan bencana Covid sebanyak 8% dan cadangan ketahanan pangan sebanyak 20%.

Namun sangat disayangkan ada dibeberapa desa di Bengkulu Selatan yang belum melaksanakan program ini sebagaimana mestinya, salah satunya desa Sindang Bulan Kecamatan Seginim. Saat dikunjungi awak media, Tupli Hayadi selaku kepala Desa  mengaku, kegiatan yang baru berjalan hanya pembagian BLT dan pembelanjaan dana 8% itu pun belum semuanya,untuk dana 20% kami belum membelanjakanya,” ujarnya.

Kemarin lanjut Kades, sempat direncanakan membeli bibit itik dan tanaman kayu jenis keras namun harga yang dianggarkan terlalu kecil dibadingkan desa yang sudah melaksanakan pengadaan.Sehingga dari sebab itulah kami belum jadi membelanjakanya, untuk bibit itik dari harga satuan yang kami buat paling bisa membeli bibit Itik yang berumur 4 bulan tidak bisa kalau mau beli bibit Itik yang berumur 6 bulan atau yang langsung bertelur,” terangnya.

Ditempat yang sama awak media mengkonfirmasi  tim pelaksana kegiatan (TPK) dana 8% dikatakan Yono, bahwasanya dana 8% baru dibelanjakan obat-obatan, Sanitaizer, tong dan juga masker, yang kami beli dengan ibu Nopita. Karena ibu Nopita memasukan penawaran Ke Desa kami,” jelas Yono.

Menurut pengakuan Yono dia tidak melakukan survei untuk pembelian barang – barang tersebut, dia (Yono) hanya bertanya ke warung saja. Sempat ada kekurangan masker dia membeli dengan harga 50 ribu perkotak, ketika ditanya harga satuan TPK tidak mau menjawab dengan raut muka yang agak bingung. Bahkan pada saat itu kades sempat menghalangi dengan mengatakan “aku kirau kamu tu ndik perlu menanyaukah terlalu detil lok itu,” berucap dengan bahasa Daerah.

Yono juga mengaku tidak mengetahui dimana tempat toko obat ataupun apotek ibu Nopita, dia hanya menunjukan kartu NPWP perusahan tempat mereka memesan.

Terpisah penggiat anti korupsi propinsi bengkulu Topan Mebta Charisman.SH  sangat menyanyangkan kejadian di desa Sidang Bulan kecamatan seginim ,kalau memang benar seperti itu kejadian nya .karena penggunaan dana desa itu jelas ada aturannya ,apalagi yang berkenaan dengan dana 8% untuk penanggulangan bencana covid 19 itu jangan ada sedikitpun disalagunakan atau untuk mencari keuntungan ,karena dana itu sifatnya untuk tanggap darurat dan tidak boleh dikerjakan pihak ketiga karena  aturan dana desa itu jelas sudah diatur permendes no 7 tahun 2021 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2022 .

Kalau saja pihak desa sudah menggunakan jasa pihak ketiga itu perlu dipertanyakan karna ada dugaan mark’up harga yang menguntungkan orang lain atau diri sendiri ,dengan kejadian ini saya akan mendesak pihak yang berwenang yaitu inspektorat untuk mengaudit dana desa(dd) di desa Sidang Bulan tegas topan.(Rep/Ah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here