BLT Dana Desa Warga Seginim Diduga, Disunat Oknum Kades 450 Ribu.

0
439

Bengkulu Selatan ID .Program Pemerintah Untuk Membantu Masyarakat Yang Terkena Dampak.Bencana copid 19 disetiap desa melalui anggaran dana desa selama 12 bulan tahun anggaran 2022 masih saja menimbulkan masalah dan diduga dimanfaatkan oknum kades untuk menambah penghasilan diluar ketentuan.

Kejadian ini sangat miris sekali yang dialami salah satu warga desa durian Seginim bernisial EM bedasarkan pengakuan EM dalam rekaman yang diwawancara awak media dikediamanya baru hitungan minggu orang tua nya meninggal dunia dan dia anak kandung sebagai penerima bantuan atas nama orang tuanya. mempertayakan kenapa dana bantuan dari desa (BLT ) dana desa yang katanya setiap bulan 300 ribu ,tapi yang diterima hanya 450 ribu pertiga bulan dari bulan januari sampai bulan maret ,kemana tidak cukup 900 ribu .dan setelah saya tanya ke kades dan perangkat desa mereka tidak mau memberikan penjelasan kata EM menjelaskan kepada awak media .

Sampai berita ini ditayangkan kades seginim fahrulrozi belum bisa dihubungi hanya ada TPK kegiatan yang memberikan hak jawab ,menurut dia tanya saja ke kades kalau masala ada dana BLT yang berbagi bagi tu ,karena aku ndiak keruan kalau yang itu jelasnya dengan menggunakan bahasa serawai.

Terpisah Aslan aktivis Bengkulu Selatan sangat menyangkan kejadian ini kalau memang benar ada hak warga penerima bantuan langsung tunai (BLT) dana desa ,yang dipotong atau dikurangi jumlahnya tidak sesuai ketentuan yang sudah diatur oleh pemerintah maka ini tidak bisa di diamkan karena kalau dana BLT saja sudah diselewengkan tentu pos anggaran yang lain tentu patut di curigai.

Jangan – jangan  lebih para karena di desa durian seginim ini permasalah tahun anggaran 2020 masalah pengadaan mobil dan pembangunan penahan tebing yang sudah dievaluasi oleh pendamping desa waktu itu yang di indikasihkan merugikan negara hampir ratusan Juta dan TPK yang bertanggung jawab waktu itu sudah ada perjanjian.

Untuk mengembalikan ke desa tapi informasi yang berkembang dana itu belum.juga di kembalikan ke desa ,maka dengan kejadian ini menurut aslan permasalahan dana desa desa durian seginim ini akan kita laporkan ke inspektorat bengkulu selatan mulai tahun anggaran 2020 sampai 2022 ini ,setelah akhir tahun ,tegas Aslan.(Rep/Topan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here