Diduga Pekerjaan Revitalisasi Tebat Gelumpai Tahun Anggaran 2022 Tidak Sesuai Spesifikasi.

0
425

Proyek Revitalisasi Tebat Gelumpai Tahun Anggaran 2022 dengan Nilai Kontrak Rp. 11.907.450.900 hn(Sebelas Milyar Sembilan Ratus Tujuh Juta Empat Ratus Lima Puluh Ribu Sembilan Ratus Rupiah) yang baru beberapa hari dikerjakan diduga Pengerjaannya tidak sesuai dengan Spesifikasi Teknis.

Hal ini diketahui saat awak media melihat pengerjaan pembuatan pondasi untuk Talut Jumat ( 29/04/22),dimana material pasir yang digunakan masih banyak bercampur dengan lumpur dan kerikil.

Kemudian bekas galian pondasi tidak langsung dibuang keluar diatas talut, melainkan dibiarkan didalam bahkan dipadatkan untuk penahan air.

Semakin membuat curiga lagi saat disambangi dilokasi proyek, pekerja yang sedang mengaduk pasir dengan semen dicampur air memakai mesin molen, berhenti beberapa saat dan kurang merasa nyaman dengan pihak media.

Dengan demikian ada dugaan untuk komposisi semen yang digunakan dalam pengerjaan pondasi tidak sesuai dengan spesifikasi tekniis, hal ini dikarenakan untuk 1 semen mendapatkan 5 lori dari hasil adukan. Untuk semen yang dipakai menggunakan Semen Andalas.

Selain itu juga ketinggian pondasi talut yang dibuat diduga tidak sesuai dengan gambar di RAB.

Saat dikonfirmasi dengan pihak proyek tentang kegiatan, menurutnya, saya kurang paham, tanya langsung dengan kontraktornya.

“,Saya Kurang Paham, tanya langsung dengan kontraktornya, saya hanya pengawas lapangan”, ucap pengawas dengan singkat.

Sedangkan konsultan pengawas saat media dilokasi, tidak ada satu orang pun berada dilokasi untuk pengawasi  kegiatan tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat baik alat berat maupun truk pengangkut material diduga tidak ada milik kontraktor.

Hamdani selaku penggiat anti korupsi di Bengkulu Selatan angkat bicara, menurutnya, untuk material pasir seharusnya sudah lolos uji lab, dimana pasir yang digunakan pasir bersih yang sudah melalui proses skren/penyaringan yang hanya tinggal sedikit lumpur yang melekat dan sedikit sekali kerikil yang tercampur.

Kalau pasir yang digunakan oleh kontraktor pasir tidak bersih yang masih banyak campuran lumpur dan kerikil, ditambah  lagi komposisi semen dengan pasir tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, sehingga berpengaruh terhadap kualitas daya rekatnya, maka patut diduga kualitas bangunan akan menjadi jelek sehingga mudah cepat rusak, ungkap Hamdani

Apalagi Konsultan pengawas tidak berada dilokasi proyek, ini memberi ruang bagi kontraktor untuk melakukan kecurangan dalam pekerjaan, lanjut HAMDANI

Saya harapkan kepada pihak Balai kementerian PUPR, agar dapat menegur konsultan Pengawas, mereka sudah dibiayai negara untuk mengawasi ptoyek tersebut, jangan makan gaji buta, kata Hamdani dengan Tegas.

Ditambah lagi alat berat dan truk yang digunakan diduga bukan milik kontraktor, kok aneh kontraktor yang mengerjakan proyek puluhan milyar tidak ada satu alat berat dan truk milik mereka yang digunakan untuk pengerjaan proyek, bahkan menurut informasi disubkonkan untuk pengangkutan materal, ini perlu dipertanyakan dokumen penawarannya, ungkap Hamdani

Kalau tidak ada base camp yang dibuat, ini sudah jelas sudah mengurangi salah satu aitame pekerjaan, karena setiap pekerjaan proyek fisik pasti ada pekerjaan pembuatan base camp dan gudang tempat penyimpanan barang, dan itu ada dana yang ditimbulkan, lanjut Hamdani

Dengan adanya dugaan-dugaan tersebut kepada aparat penegak hukum agar dapat turun kelapangan dan melakukan pengawasan yang lebih intensif terhadap pekerjaan proyek tersebut, harap Hamdani

Sebagaimana kita ketahui pengerjaan proyek Revitalisasi Situ Tebat Gelumpai yang terletak antara Kelurahan Tanjung Mulia dengan Desa Batu Lambang Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, dikerjakan secara bertahap.

Untuk tahap pertama pada tahun 2020, tahap kedua 2021 dan tahap ketiga tahun 2022, dengan menggunakan Anggaran Dana  Kementerian PUPR melalui Dirjen  SDA SNVT PJSA Sumatera VII Propinsi Bengkulu.

Saat media konfemasi dengan kontraktornya lewatt pesan WA hanya dilihat namun tidak dibalas, untuk konformasi kepada pihak balai  sedang diupayakan. (Editor Topan.reporter aslan hasibuan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here