Pengadaan Kalender Diduga Bermasalah, Kadis PMD BS Panggil Apabila Ada Pengaduan Tertulis.

0
387

Bengkulu Selatan| IN.ID – Janji kabid Pemerintah Desa, Afrizal Helmi,SE, akan memanggil Camat Bunga Mas dan 9 kades yang diduga pengadaan kalender menyalai aturan dan mark up belum juga terlaksana, dikarenakan belum ada surat pengaduan tertulis yang masuk ke Dinas PMD Bengkulu Selatan.

Hal ini diketahui saat awak media konfirmasi langsung dengan Kadis PMD, Herman Sunarya, SH,minta kejelasan pemanggilan tersebut.

Menurut Herman, informasi tentang 9 Desa di Kecamatan Bunga Mas yang ada kegiatan kalender diduga menyalahi aturan dan Mark Up, baru tahu dari staf dan pemberitaan media.

Hal ini menurut Herman, baru isu dan belum tahu kebenarannya  akan tetapi dengan adanya laporan dari staf dan pemberitaan media ini sebagai salah satu data acuan kami untuk melakukan evaluasi.

Meskipun demikian tidak cukup dengan informasi itu saja, kami akan turun kelapangan atau memanggil pihak-pihak yang berkepentingan apabila ada laporan tertulis dari masyarakat atau lembaga, jelas Kadis PMD.

Menanggapi Hal tersebut, Aslan Hasibuan salah satu penggiat anti korupsi dan juga seorang jurnalis, yang ikut saat konfirmasi, tuturnya saya cukup kecewa dan sangat menyayangkan sekali, atas penjelasan Kadis PMD, Herman Sunarya.

Masak untuk melakukan pemanggilan atau terjun kelapangan harus pakai surat laporan pengaduan tertulis, tidak cukup dengan pemberitaan dari media dan laporan secara lisan, ungkap Aslan diamini Baron.

Tapi nggak apalah, kalau memang itu yang dinginkan Kadis PMD, kami akan melayangkan surat pengaduan tertulis, lanjut Aslan.

Kami harapkan setelah surat pengaduan masuk, agar pihak Dinas PMD secepatnya memanggil mereka atau terjun kelapangan, untuk melakukan monitoring sesuai dengan tupoksi yang diamanatkan oleh aturan yang belaku, pungkas Aslan.

Sebagaimana sudah diterbitkan media Independent Nusantara,bahwa pengadaan kalender di 9 desa kecamatan Bunga Mas tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dan di Mark Up Harganya.

Diantara desa yang sudah dilakukan konfermasi yaitu desa kuripan, Talang Indah, Gindo Suli, Gunung Kayu, dan Tanjung Aur.

Untuk harga satuan pereksemplar yang sudah ditentukan pihak desa sebesar RP45.000, sedangkan penentuan harga berdasarkan tawaran proposal dari percetakan yang masuk kedesa.

Diduga mark up harga dilihat dari spek dan kualitas kalender yang sudah sampai kedesa, dimana harga pasaran kisaran RP20.000(dua puluh ribu rupiah).

Sedangkan pengadaannya diduga dilakukan oleh pihak ketiga, ini tidak sesuai dengan Permendes no. 7 tahun 2021, tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2022. Sebagaimana diatur di BAB 111 pada hurup B ayat 3.(IW2002). (ADV/AH).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here