Renungan hidup.

0
47

Independent Nusantara| Michael Jackson ingin hidup selama 150 tahun.Dia menunjuk 12 dokter di rumah yang setiap hari memeriksanya dari rambut hingga kuku kaki.Makanannya pun selalu diuji di laboratorium sebelum disajikan untuk ia makan.15 orang lainnya ditunjuk untuk mengawasi latihan dan aktivitas hariannya.

Tempat tidurnya memiliki teknologi untuk mengatur tingkat oksigen.Donor organ tetap” siap siaga sehingga kapan pun dibutuhkan, mereka dapat segera menyumbangkan organ mereka. Pemeliharaan para donor ini diurus oleh dia secara pribadi.

Dia melanjutkan dengan mimpi agar dapat hidup selama 150 tahun.Sayang dia gagal!

Pada 25 Juni 2009, pada usia 50 tahun, jantungnya berhenti berfungsi. Segala upaya pengobatan dari 12 dokterpun tidak berhasil.

Bahkan, upaya gabungan dokter dari Los Angeles dan California juga tidak bisa menyelamatkannya.

Padahal dia adalah orang yang tidak akan pernah melangkah maju tanpa nasehat dan saran dokter selama 25 tahun terakhirnya, Namun ternyata ia tetap tidak dapat memenuhi mimpinya untuk hidup selama 150 tahun.

Perjalanan terakhir Jackson ditonton langsung oleh 2,5 juta orang yang merupakan siaran langsung paling lama hingga saat ini.

Pada hari dia meninggal, yaitu 25 Juni ’09 pukul 15:15, Wikipedia, Twitter, messenger instan AOL berhenti bekerja. Sekitar 800 ribu orang bersama-sama mencari Michael Jackson di Google.

Jackson mencoba menantang maut, tetapi maut menantangnya kembali.Kehidupan materialistis di dunia yg ia andalkan ternyata materialistis itu tidak bisa mencegahnya dari kematian.Sekarang mari kita merenung sejenak !

Apakah kita disini ada yg memiliki karakter seperti Jackson ? Apakah hasil kerja kita selama ini pada akhirnya untuk para pekerja, insinyur, desainer, dokter atau para artis yg menghibur kita ?

Dan siapa yang ingin kita buat terkesan dengan memamerkan kekayaan kita, rumah mahal, mobil dan popularitas ?

Mengapa kita bekerja seperti binatang dalam hidup ini? Pergi pagi pulang petang, pergi petang pulang pagi, Tidak pernah merasa cukup.

Untuk kenyamanan berapa generasi yang ingin kita selamatkan ?

Ketahuilah, bahwa rezeki, jodoh, maut, semua telah Allah tentukan. Termasuk kehidupan masa depan anak-anak kita nanti.

Lantas apakah kita akan menghabiskan waktu sepanjang hidup untuk mengatur dan mengkawatirkan sesuatu telah Allah tentukan ?

Mari kita kembali merenung…Selagi ada waktu, jangan pernah lupa meluangkan waktu untuk menyiapkan bekal diri sendiri, sebab pada akhirnya semua manusia akan sendiri-sendiri mempertanggung jawabkan di hadapan tuhannya.

Adapun keluarga, saudara dan sahabat kita semuanya hanya sementara, jalani hidup dengan mereka selagi bisa, namun jangan pernah lupakan keberadaan mu untuk apa Allah ciptakan ?

Demikian pula dengan Harta yang kita punya, semua juga sementara, pada akhirnya pasti akan kita tinggalkan cepat atau lambat.

Maka jangan pernah lupa untuk berbagi, sebab itulah yang kekal kita miliki.Dan satu hal yang perlu kita ingat, bahwa di atas segala hal yg kita usaha ada takdir Allah sebagai penentunya, Maka jangan pernah melampui batas ketentuannya.

Dari kisah Jackson kita dapat mengambil pelajaran, Ingatlah bahwa ajal atau kematian bila telah tiba waktunya tak akan bisa dipercepat atau mundurkan. Meski seberapa hebat kita berusaha.فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan mendahulukannya sedetikpun,”[QS. An-Nahl: 61].#copas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here