Camat Bunga Mas Dan 9 Kades Akan Di Panggil Dinas DPMD Terkait Pengadaan Kalender

0
1127

Bengkulu Selatan| IN.ID~Pengadaan barang jenis Kalender yang ada disembilan desa di kecamatan bunga mas ternyata tidak melakukan survey harga sebagai pembanding harga saat menetapkan harga satuan kalender.

Pihak desa menetapkan satuan harga hanya berdasarkan proposal yang masuk untuk menawarkan kerja sama pembuatan kalender.

Adapun percetakan yang menawarkan bernama percetakan rofik yang beralamatkan di kelurahan 18 ulu kecamatan Seberang Ulu Palembang Sumatera Selatan ini,dekatahui saat perangkat desa melihatkan proposal tersebut. Untuk kesepakatan harga itu hanya ditentukan oleh orang yang mengantarkan proposal ke pihak desa yang memesan kalender.

Berdasarkan kesepakatan Kalender dinding 3 lembar isi 4 bulan yang dipesan dengan harga Rp 45.000,- (empat puluh lima ribu rupiah) sesuai dengan yang ada diproposal.

Ditanya awak media saat konfermasi dengan Kades Gindo Suli S.Harianto dan  Akirin selaku TPK Kegiatan Pengadaan Kalender, apakah kenal dengan manajer atau pemilik percetakan jawaban mereka sama yaitu tidak kenal.

Ucap Harianto, kami memang tidak melakukan surpey harga kepercetakan, kami menentukan harga satuan kalender berdasarksn proposal yang masuk.

Untuk harga Rp4.5000,- berdasarkan kesepakatan antara kami dengan yang mengantar proposal, dengan jenis barang yang kami pilih berdasarkan isi proposal yang diajukan lanjut kades diamini Akirin.

Pesanan Kalender sudah sampai bahkan sudah dibagikan dengan warga akan tetapi belum kami bayar ucap kades.

Ungkapan yang hampir sama di disampaikan oleh Kades Talang Indah Zuli dan Kades Tanjung Aur Kecamatan Bunga Mas,saat dikonfirmasi dalam waktu yang berbeda.

Menurut pendamping desa Gunung kayo, Padang Bernai dan Tumbuk Tebing,bahwa dalam menentukan harga satuan barang yang dibeli seharusnya melakukan survey dibeberapa tempat, supaya ada harga pembanding.

Dan untuk pemesanan kalender sebaiknya dilakukan oleh TPK secara langsung dengan percetakan,ungkap pendamping desa.

Dengan kejadian ini, Bambang(Baron) selaku aktivis anti korupsi angkat bicara menurutnya apa yang yang dilakukan oleh pihak desa di duga sudah mengangkangi aturan permendes no.7 tahun 2021,tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2022.

Sebagaimana diatur di BAB 111 pada hurup B ayat 3, dijelaskan, kegiatan pengembangan kapasitas masyarakat desa yang di danai dana desa dilaksanakan secara swakelola oleh desa atau badan kerjasama antar desa di laksanakan di desa dan di larang di kerjakan oleh penyedia barang dan jasa, ungkap Bambang.

Kalau demikian pihak desa diduga kuat melakukan pembelian melalui pihak ketiga, bukan TPK kegiatan yang langsung membelikan kalender dengan percetakan,ucap Bambang (Baron)

Apalagi kalau dilihat dari barang yang telah sampai,maka harga RP4.5000,- tersebut sangat jauh lebih tinggi dari harga pasaran, ditambah lagi dari 10 desa dikecamatan bunga mas yang memesan kalender 9 desa, hanya satu yg  tidak memesan, hal ini lah yang membuat bertambah kecurigaan  adanya yang kurang beres,tegas Bambang.

Sehingga dengan pengadaan kalender ini,saya punya pemikirin adanya dugaan persekongkolan jahat niat tidak baik untuk mengeruk dana desa, untuk kepentingan pribadi, dicurigai ada indikasi koropsinya,terang  bambang

Dan ini akan tetap kami pantau terus, apabila memang benar ada bukti kuat mengarah ke penyimpangan dana desa, maka kami tidak akan segan-segan untuk melaporkan kepihak Aparat Penagak Hukum, Pungkas Bambang.

Saat dikonfirmasi Kadis PMD, Herman Sunarya,SH melalui Kabid  Pemerintah Desa, Afrizal Helmi,SE, tuturnya kalau melihat kronologi yang diceritakan maka pengadaan kalender tersebut tidak memperhatikan unsur azas efisien anggaran.

Untuk mengetahui duduk persoalannya, kami akan panggil pihak camat dan pihak desa, besok saya laporkan dulu dengan Pak Kadis, pungkas Afrizal.(EDTR/AH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here